Graduasaun

Graduasaun
hadomi nafatin o nia prosesu

MODEL KONSEPTUAL IMOGENE KING

 

MODEL KONSEPTUAL IMOGENE KING

A. Latar Belakang Masalah

Perkembangan keperawatan di dunia dapat diawali sejak zaman manusia itu ada di mana pada dasarnya manusia diciptakan telah memiliki naluri untuk merawat diri sendiri, hingga pada masa sebelum perang dunia kedua tokoh Florence Nigthingale (1820-1910) menyadari pentingnya sekolah untuk mendidik perawat. Florence Nigthingale merintis profesi keperawatan diawali dengan membantu para korban akibat perang krim (1854-1856).

Keperawatan merupakan suatu bentuk pelayanan professional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan yang didasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan, berbentuk pelayanan biopsikososial dan spiritual yang komprehensif, ditujukan kepada individu, keluarga dan masyarakat baik sakit maupun sehat yang mencakup seluruh proses kehidupan manusia. (Lokakarya, 1983). Dalam proses berkembangnya ilmu keperawatan dituntut adanya riset dan pengembangan ilmu keperawatan, bersamaan dengan perkembangan itu lahir berbagai konsep dan teori model keperawatan yang dikemukakan oleh banyak pakar ilmu keperawatan. Perlu pemahaman yang kompleks untuk mempelajari konsep-konsep dan teori tersebut.

“A model is an idea that explains by using symbolic and physical visualization” (sebuah model adalah ide yang menjelaskan dengan menggunakan visualisasi symbol dan fisik). Model-model simbolik dapat berupa kata-kata lisan (verbal), skematis, atau kuantitatif. Model ini tidak punya bentuk fisik yang dikenal, model konseptual.

Model konseptual adalah serangkaian konsep yang berhubungan dengan menggambarkan secara simbolik dan menyampaikan gambaran mental sebuah fenomena. Model konseptual keperawatan mengidentifikasi konsep dan menggambarkan hubungannya terhadap fenomena yang perhatiannya berfokus pada disiplin.

Salah satu dari model konseptual yang akan dibahas dalam makalah ini adalah model konseptual yang dikemukakan oleh Imogene King mengenai; general concepts of human behavior; systems, concepts, process dan general system framework, yang kemudian dikenal sebagai model Goal attainment (pencapaian tujuan).

B. Model Konseptual Imogene King

King mengembangkan model konseptual keperawatan di pertengahan tahun 60-an dengan gagasan yang mengatakan bahwa manusia adalah system terbuka yang berinteraksi dengan lingkungan . Fokus sentral kerangka kerja King adalah manusia karena manusia bersifat dinamis yang memiliki persepsi terhadap objek, orang dan kejadian-kejadian yang mempengaruhi manusia dalam berperilaku, interaksi social dan kesehatan. Kerangka kerja konseptual King mencakup 3 sistem interaksi dengan masing-masing system memiliki keunikan dalam konsep dan karakteristik kelompok. Sistem ini terdiri dari system personal, interpersonal dan social. Asumsi yang mendasar pada keperawatan adalah proses melibatkan caring untuk manusia dengan kesehatan merupakan tujuan utama.

Sistem personal menurut King adalah merujuk pada individu. Konsep-konsep dalam system personal ini mendasari pemahaman hubungan manusia yang meliputi persepsi , diri sendiri, gambaran diri, pertumbuhan dan perkembangan, waktu, dan tempat. King memandang persepsi sebagai variabel yang paling penting karena persepsi mempengaruhi perilaku. King menyimpulkan hubungan antara konsep dengan pernyataan dengan mengatakan bahwa persepsi diri individu, gambaran diri, waktu dan ruang mempengaruhi cara seseorang tersebut berespon terhadap orang lain, objek dan kejadian-kejadian yang ada dalam kehidupannya. Karena individu tumbuh dan berkembang melalui rentang kehidupan, mengalami perubahan dalam struktur dan fungsi tubuh sehingga mempengaruhi persepsi manusia terhadap dirinya.

Sistem interpersonal menurut King meliputi interaksi individu dengan satu orang lainnya. Interaksi dua individu disebut dengan Dyads, tiga individu disebut dengan Triads, dan empat atau lebih individu disebut dengan kelompok kecil atau besar. Konsep system interpersonal mencakup interaksi, transaksi, komunikasi, peran dan stress. Interaksi dan transaksi yang terjadi antara perawat dan klien atau dyads, merupakan salah satu contoh system interpersonal. Komunikasi antara perawat dan kien dapat diklasifikasikan sebagai verbal atau non verbal.

Sistem social adalah sekelompok orang-orang dalam suatu komunitas atau masyarakat yang berbagi mengenai tujuan, interes, dan nilai. Sistem social memberikan kerangka kerja bagi interaksi dan hubungan social, dan membangun aturan-aturan mengenai perilaku dan tindakan. Konsep-konsep tersebut diidentifikasi oleh King sebagai

hubungan terhadap system social yang meliputi organisasi, otoritas, status dan pengambilan keputusan.

 

Kerangka kerja konseptualnya dan teori pencapaian tujuan “ didasarkan asumsi-asumsi umum yang memfokuskan perawatan interaksi manusia dengan lingkungan untuk mencapai kesehatan bagi individu, yang dapat berfungsi dalam peran social.

1. Lingkungan

King percaya bahwa pemahaman mengenai tatacara interaksi antara manusia dan lingkungan untuk memelihara kesehatan adalah hal yang sangat penting bagi perawat. Sistem terbuka merupakan interaksi yang terjadi antara system dan lingkungan, yang mempengaruhi perubahan lingkungan secara konstan. Penyesuaian diri untuk kehidupan dan kesehatan dipengaruhi oleh interaksi individu dan lingkungan. Setiap manusia merasa dunia sebagai tempat terjadinya interaksi antara individu dan segala sesuatu dalam lingkungan.

2. Kesehatan

Kesehatan adalah status yang dinamis dalam siklus kehidupan, kesakitan adalah gangguan dalam siklus kehidupan. Kesehatan adalah penyesuaian diri yang secara terus menerus terhadap stress baik dari lingkungan eksternal maupun internal melalui sumber-sumber yang digunakan secara optimum untuk mencapai kegiatan sehari-hari yang maksimum.

3. Keperawatan

Keperawatan adalah perilaku yang dapat diobservasi yang ditemukan dalam system asuhan kesehatan yang ada dimasyarakat. Tujuan keperawatan adalah membnatu individu memelihara kesehatannya sehingga mereka dapat berfungsi sesuai perannya. Keperawatan merupakan proses kegiatan interpersnel, reaksi, interaksi dan transaksi. Persepsi perawat dan pasien juga mempengaruhi proses interpersonal.

4. Individu

Menurut King individu adalah makhluk spiritual yang memiliki kapasitas untuk berfikir, mengetahui, membuat pilihan, dan memilih alternative tindakan, memiliki kemampuan berbahasa dan menggunakan simbol-simbol. Individu merupakan system terbuka dalam transaksi dengan lingkungan. Transaksi mengandung arti bahwa tidak ada pemisahan keberadaan antara manusia dan lingkungan. Individu adalah makhluk yang unik dan holistic, mampu berpikir rasional dan mengambil keputusan dalam berbagai situasi. Individu berbeda dalam kebutuhan, keinginan dan tujuannya.

Teori pencapaian tujuan yang dikemukakan King berasal dari perkembangan system konseptual yang berdasarkan pada tiga system yaitu system personal, interpersonal dan system social. King memandang manusia sebagai system terbuka yang social, rasional, perasa, pengontrol, bertujuan, bereaksi dan berorientasi pada waktu. Pelayanan keperawatan ditujukan pada proses interaksi manusia (Perawat-Klien) dimana melibatkan perasaan orang lain dan situasi melalui komunikasi, penetapan tujuan, pengertian dan kesepakatan mencapai tujuan.

Dari system konseptualnya yang mencakup tiga system, King menyeleksi 10 dari 15 konsep yaitu persepsi, komunikasi, interaksi, transaksi, diri sendiri, peran, stress, tumbuh kembang, waktu dan privasi. Kemudian King menyeleksi konsep tersebut menjadi empat konsep yaitu : persepsi, komunikasi, interaksi dan transaksi , dan dimanfaatkannya dalam proses transaksinya. Proses transaksi dapat digunakan oleh perawat untuk melakukan pengkajian, membuat perencanaan, implementasi dan evaluasi asuhan keperawatan. Variabel kritis pada proses ini adalah menetapkan tujuan yang saling menguntungkan.

 

Konsep – konsep utama dalam teori pencapaian tujuan adalah :

1. Interaksi, didefinisikan sebagai proses persepsi dan komunikasi antara orang dan lingkungan dan antara orang dengan orang, direpresentasikan oleh perilaku verbal dan nonverbal yang diarahkan untuk mencapai tujuan. 

Setiap individu dalam interaksi (perawat-klien) membawa pengetahuan yang berbeda, kebutuhan-kebutuhan, tujuan-tujuan, pengalaman dahulu dan persepsi-persepsi yang mempengaruhi interaksi.

2. Persepsi, didefinisikan sebagai representasi setiap orang tentang realitas.

Menurut King, konsep ini termasuk impor dan transpormasi energi, proses, tingkatan dan ekspor informasi. Persepsi-persepsi berhubungan dengan pengalaman masa lalu, konsep-konsep sendiri, grup sosio ekonomi, keturunan dan latar belakang pendidikan.

3. Komunikasi, didefinisikan sebagai proses pemberian informasi dari satu orang ke orang berikutnya, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Komunikasi merupakan komponen informasi dari interaksi. Perubahan tanda-tanda nonverbal dan symbol-simbol antara perawat dan klien, atau klien dengan lingkungan, merupakan komunikasi.

4. Transaksi, didefinisikan sebagai maksud tujuan interaksi yang membawa kepada pencapaian tujuan.

King kemudian memperluas definisi transaksi termasuk: tingkah laku yang terobservasi dari interaksi manusia dengan lingkungannya.

Sistem proses interaksi transaksi perawat-pasien seperti yang dikemukakan King ( 2001 ), terdiri dari perilaku-perilaku:

– Persepsi perawat dan pasien berdasarkan pada pertimbangan dalam melakukan tindakan yang diikuti oleh reaksi, interaksi dan transaksi antara perawat dan pasien. Proses ini termasuk juga umpan balik evaluasi ke depan. Proses transaksi King merupakan dasar pengetahuan yang penting yang dapat digunakan perawat dalam proses keperawatan.

– Proses keperawatan dalam teori ini merupakan system konsep interrelasi yang meliputi persepsi perawat -klien, komunikasi perawat-klien, interaksi perawat-klien dalam mengambil keputusan untuk pencapain tujuan.

Aplikasi praktek teori King pernah dicoba pada pelayanan kesehatan meliputi perawatan emergency, perawatan anak dan pada pasien HIV AIDS dengan tuberculosis, pasien psikiatrik (Kemppainen, 1990; Laben, et al, 1995; Ng & Tsang, 2002), pada pasien dengan gangguan ortopedik baik akut maupun kronis (Alligood, 1995) dan pasien gangguan perkembangan mental (Messmer, 1995).

Teori King ini juga bermanfaat untuk riset keperawatan dan meningkatkan profesionalisme. Pada pasien yang masuk IGD seringkali mengalami gangguan persepsi terhadap dirinya sendiri, body image yang sering terjadi pada pasien trauma dan mengalami cidera tubuh secara signifikan. Pada saat haemodinamik pasien stabil perhatian perawat difokuskan kembali pada koping pasien dari perasaan kehilangan, perpisahan dan marah yang dialaminya. Peran perawat berusaha untuk memulihkan harga diri dari perasaan kehilangannya, kemudian bersama-sama membuat tujuan yang saling menguntungkan antara perawat dan klien. Penting juga bagi perawat menyadari persepsi klien menyempit karena rasa nyeri dan emosi yang dialaminya.

King dapat membuktikan bahwa pada pasien yang tidak kompeten dalam berkomunikasi dengan perawat (bayi, anak-anak yang belum bisa berbahasa dan pasien koma ) didapatkan 70% merespon komunikasi secara nonverbal, dengan mendeskripsikan sebagai berikut :

Mencoba dengan mengobservasi interaksi perawat yang baik dengan bayi atau anak yang belum bisa berbicara dan memahami bahasa.Jika diamati dan dicatat secara sistematis, dapat dianalisa perilaku dan ditemukan beberapa tingkat transaksi nonverbal. King memiliki contoh yang bagus ketika mendampingi mahasiswa diploma di unit neuro dengan pasien koma. King berbicara dengan pasien, menjelaskan segala sesuatu yang dilakukan oleh mahasiswa tersebut yang dia percayai penting dalam perawatan. Ketika pasien sadar beberapa hari kemudian, pasien menanyakan pada perawat di unit itu untuk mencarikan satu orang perawat yang baik yang selama ini menjelaskan apa yang dilakukan terhadapnya. Pasien tersebut ingin mengucapkan terima kasih. King melakukan transaksi, dan dapat mengobservasi pergerakan otot pasien saat itu.

                                                                           


2 Responses to "MODEL KONSEPTUAL IMOGENE KING"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel